Selasa, 17 Mei 2016

Mengintip TBM Di Yogyakarta

      Mendengar kata TBM, TBM sebagai tempat pembinaan kemampuan membaca dan belajar sekaligus sebagai tempat untuk mendapatkan informasi bagi masyarakat yang haus akan informasi.
       TBM memiliki peran strategis untuk menciptakan iklim yang kondusif dalam rangka untuk mendorong dan menstimulasi masyarakat agar tumbuh dan meningkat minat  dan motivasinya  dalam membaca, sehingga tercipta masyarakat yang  memiliki budaya membaca (Reading Society).
       Perkembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Yogyakarta berasal dari beberapa pihak yaitu TBM yang tumbuh karena bentukan Pemerintah (SK), berasal dari pribadi yang mencintai buku memiliki kepedulian terhadap masyarakat, juga beberapa peranan perusahaan yang membangun TBM karena program CSR mereka.
Harus diakui bahwa begitu banyak TBM dibangun dan dikembangkan di Yogyakarta. Yuk mari kita intip beberapa TBM yang ada di Yogyakarta.  

  1.     TBM Cakruk Pintar
         Dimulai pada 2003 ketika berdiri sebuah cakruk  (gubug ronda) yang biasanya digunakan sebagai tempat ronda maupun nongkrong. Tempat tersebut kini juga berfungsi sebagai Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang diinginkan oleh Muhsin Kalida (Penggagas TBM Cakruk Pintar) menjadikan masyarakat cerdas, pintar dan berkembang, atas saran masyarakat member tambahan nama menjadi Cakruk Pintar. Adapun motto yang dicetuskan oleh Cakruk Pintar adalah “Datang Menyenangkan Pulang Merindukan”. Ini diawali dengan berdirinya Taman Baca Masyarakat (TBM) tahun 2004-2005 bernama Taman Baca Masyarakat Suka Catur Tunggal dibawah naungan PKBM  Suka Catur Tunggal. Sejak 2007 Taman Baca Masyarakat (TBM) berubah nama menjadi Taman Baca Masyarakat (TBM) Cakruk Pintar yang secara langsung dibawah naungan Yayasan YASUKA yang membawahi PKBM dan Taman Baca Masyarakat (TBM). TBM yang berlokasi di Dusun Nologaten, Gang Selada No. 106 A RT 04, RW 01, Desa Catur Tunggal, Kec. Depok, Kab. Sleman, Yogyakarta. TBM yang bisa diakses 24 jam ini dapat dihubungi melalui email caktukpintar@yahoo.com
          Tujuan dari TBM Cakruk Pintar ini adalah menjadikan TBM sebagai sarana penunjang utama bagi keberadaan Taman Baca Masyarakat (TBM) Cakruk Pintar di desa Caturtunggal, mendorong meningkatkan minat baca masyarakat, memfasilitasi kebutuhan masyarakat umum dalam mendapatkan informasi dan pengetahuan yang murah dan mudah, menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat akan pentingnya belajar, warga masyarakat mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan.
TBM yang memadukan konsep cakruk dengan Taman Baca yang memiliki keunikan sendiri, ini juga sarat dengan kekayaan alam yang masih asri dan alami sehinggan menjadikan TBM inin menjadi ramah lingkungan dan masyarakat. Adapun program yang dilaksanakan di TBM ini adalah akses buku, bimbingan belajar, pelatihan keterampilan seperti memasak untuk ibu rumahtangga, pengajian entrepreneur, origami dan Bududaya ikan air tawar.


       2. TBM Mata Aksara


         TBM Mata Aksara berada di Jalan Kaliurang KM 14 Nomor 15 A Sleman-Yogyakarta yang diketuai oleh Heni Wardatur Rohmah bersama suami dibantu dua asisten. Pada awalnya terbentuknya TBM ini muncul karena ada keinginan untuk berbagi bahan bacaan ini muncul karena ada keinginan untuk berbagi bahan bacaan pribadi dari putri sulung Ibu Heni agar dapat diakses oleh masyarakat luas terutama anak-anak dilingkungan sekitar. Karena sebagian besar koleksi merupakan koleksi anak, maka kegiatan dan desain TBM Mata Aksara juga lebih berorientasi kepada pembiasaan kegemaran anak-anak. Selain itu kegiatan yang dilaksanakan cukup beragam dari perpustakaan keliling, mengisi liburan, pelatihan seperti kerajinan tanah liat; membuat telur asin; mebel; dan kerajinan anak-anak. TBM ini mempunyai slogan” Berkreasi, rekreasi, dan melestarikan budaya di Mata Aksara.

             
             3.  Radio Buku

          Radio Buku Live Streaming adalah radio berbasis internet pertama di Indonesia yang mengangkat tema pembukuan dan seputar buku. Bermula dari kesamaan visi aktivis pembukuan, pencinta buku dan jurnalis yang peduli pada gerakan menghidupkan buku dalam tindakan, maka komunitas Indonesia buku terbentuk. Dalam perkembangannya komunitas ini memunculkan Radio Buku yang dapat diakses pada www.radiobuku.com , www.Indonesiabuku.com , www.warungarsip.com
          Radio buku ini mulai online pada akhir 2010 yang mempunyai visi memasyarakatkan buku lewat radio. Oleh karena itu mottonya adalah “ Mendengarkan buku membuka Cakrawala”, sehingga buku bukan hanya dibaca, tapi juga dapat didengarkan. Selain radio yang berbasis internet, radio buku juga memiliki fasilitas perpustakaan dengan koleksi terpilih (Gelaran Ibuku) serta informasi seputaran perbukuan yang memungkinkan para pendengar Radio Buku berkunjung dan menbaca buku. Setiap pecan menyelenggarakan berbagai kegiatan sepertindiskusi dengan berbagai topik, seperti pengajian jawa, teknologi perpustakaan, penulisan, persebaran buku, belajar bersama, hingga menonton film yang bertema buku. Radio Buku ini berada dipojok alun-alun kidul Yogyakarta sekitar 200 meter dari alun-alun. Bebrapa siara utama yang dapat didengarkan melalui radio buku yaitu angkringan buku, buku pertamaku, kabar buku, cerita bersambung, kronik Indonesia, komunitas, film buku dan catalog seni.

           Inilah beberapa TBM yang berada di Yogyakarta yang dapat dinikmati, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan referensi bagi anda yang ingin mengetahui juga berkunjung di TBM yang ada di Yogyakarta. Salam Literasi, terimakasih.

Referensi:

Ratih Rahmawati dan Blasius Sudarsono, Perpustkaan untuk rakyat : dialog anak dan Bapak, (Jakarta: CV. Sagung Seto, 2012)

Muhsin Kalida, dkk, TBM di PKBM Model dan strategi pengembangannya, (Yogyakarta: Cakruk Publishing, 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar