Mendengar kata TBM, TBM sebagai tempat pembinaan kemampuan
membaca dan belajar sekaligus sebagai tempat untuk mendapatkan informasi bagi
masyarakat yang haus akan informasi.
TBM memiliki peran strategis untuk menciptakan iklim yang
kondusif dalam rangka untuk mendorong dan menstimulasi masyarakat agar tumbuh
dan meningkat minat dan motivasinya dalam membaca, sehingga tercipta masyarakat
yang memiliki budaya membaca (Reading
Society).
Perkembangan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Yogyakarta
berasal dari beberapa pihak yaitu TBM yang tumbuh karena bentukan Pemerintah
(SK), berasal dari pribadi yang mencintai buku memiliki kepedulian terhadap
masyarakat, juga beberapa peranan perusahaan yang membangun TBM karena program
CSR mereka.
Harus diakui bahwa begitu banyak TBM dibangun dan
dikembangkan di Yogyakarta. Yuk mari kita intip beberapa TBM yang ada di
Yogyakarta.
- TBM Cakruk Pintar
Dimulai pada 2003 ketika berdiri sebuah
cakruk (gubug ronda) yang biasanya
digunakan sebagai tempat ronda maupun nongkrong. Tempat tersebut kini juga
berfungsi sebagai Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang diinginkan oleh Muhsin
Kalida (Penggagas TBM Cakruk Pintar) menjadikan masyarakat cerdas, pintar dan
berkembang, atas saran masyarakat member tambahan nama menjadi Cakruk Pintar.
Adapun motto yang dicetuskan oleh Cakruk Pintar adalah “Datang Menyenangkan
Pulang Merindukan”. Ini diawali dengan berdirinya Taman Baca Masyarakat (TBM)
tahun 2004-2005 bernama Taman Baca Masyarakat Suka Catur Tunggal dibawah naungan
PKBM Suka Catur Tunggal. Sejak 2007
Taman Baca Masyarakat (TBM) berubah nama menjadi Taman Baca Masyarakat (TBM)
Cakruk Pintar yang secara langsung dibawah naungan Yayasan YASUKA yang
membawahi PKBM dan Taman Baca Masyarakat (TBM). TBM yang berlokasi di Dusun
Nologaten, Gang Selada No. 106 A RT 04, RW 01, Desa Catur Tunggal, Kec. Depok,
Kab. Sleman, Yogyakarta. TBM yang bisa diakses 24 jam ini dapat dihubungi
melalui email caktukpintar@yahoo.com
Tujuan dari TBM Cakruk Pintar ini adalah
menjadikan TBM sebagai sarana penunjang utama bagi keberadaan Taman Baca
Masyarakat (TBM) Cakruk Pintar di desa Caturtunggal, mendorong meningkatkan
minat baca masyarakat, memfasilitasi kebutuhan masyarakat umum dalam mendapatkan
informasi dan pengetahuan yang murah dan mudah, menumbuhkembangkan kesadaran
masyarakat akan pentingnya belajar, warga masyarakat mempunyai hak dan
kesempatan yang sama dalam mendapatkan pendidikan.
TBM yang memadukan konsep cakruk dengan
Taman Baca yang memiliki keunikan sendiri, ini juga sarat dengan kekayaan alam
yang masih asri dan alami sehinggan menjadikan TBM inin menjadi ramah
lingkungan dan masyarakat. Adapun program yang dilaksanakan di TBM ini adalah
akses buku, bimbingan belajar, pelatihan keterampilan seperti memasak untuk ibu
rumahtangga, pengajian entrepreneur, origami dan Bududaya ikan air tawar.
2. TBM
Mata Aksara
TBM Mata Aksara berada di Jalan Kaliurang
KM 14 Nomor 15 A Sleman-Yogyakarta yang diketuai oleh Heni Wardatur Rohmah
bersama suami dibantu dua asisten. Pada awalnya terbentuknya TBM ini muncul
karena ada keinginan untuk berbagi bahan bacaan ini muncul karena ada keinginan
untuk berbagi bahan bacaan pribadi dari putri sulung Ibu Heni agar dapat
diakses oleh masyarakat luas terutama anak-anak dilingkungan sekitar. Karena
sebagian besar koleksi merupakan koleksi anak, maka kegiatan dan desain TBM
Mata Aksara juga lebih berorientasi kepada pembiasaan kegemaran anak-anak.
Selain itu kegiatan yang dilaksanakan cukup beragam dari perpustakaan keliling,
mengisi liburan, pelatihan seperti kerajinan tanah liat; membuat telur asin;
mebel; dan kerajinan anak-anak. TBM ini mempunyai slogan” Berkreasi, rekreasi,
dan melestarikan budaya di Mata Aksara.
3. Radio
Buku
Radio Buku Live Streaming adalah radio
berbasis internet pertama di Indonesia yang mengangkat tema pembukuan dan
seputar buku. Bermula dari kesamaan visi aktivis pembukuan, pencinta buku dan
jurnalis yang peduli pada gerakan menghidupkan buku dalam tindakan, maka
komunitas Indonesia buku terbentuk. Dalam perkembangannya komunitas ini
memunculkan Radio Buku yang dapat diakses pada www.radiobuku.com , www.Indonesiabuku.com , www.warungarsip.com
Radio buku ini mulai online pada akhir 2010
yang mempunyai visi memasyarakatkan buku lewat radio. Oleh karena itu mottonya
adalah “ Mendengarkan buku membuka Cakrawala”, sehingga buku bukan hanya
dibaca, tapi juga dapat didengarkan. Selain radio yang berbasis internet, radio
buku juga memiliki fasilitas perpustakaan dengan koleksi terpilih (Gelaran
Ibuku) serta informasi seputaran perbukuan yang memungkinkan para pendengar
Radio Buku berkunjung dan menbaca buku. Setiap pecan menyelenggarakan berbagai
kegiatan sepertindiskusi dengan berbagai topik, seperti pengajian jawa,
teknologi perpustakaan, penulisan, persebaran buku, belajar bersama, hingga
menonton film yang bertema buku. Radio Buku ini berada dipojok alun-alun kidul
Yogyakarta sekitar 200 meter dari alun-alun. Bebrapa siara utama yang dapat
didengarkan melalui radio buku yaitu angkringan buku, buku pertamaku, kabar
buku, cerita bersambung, kronik Indonesia, komunitas, film buku dan catalog
seni.
Inilah
beberapa TBM yang berada di Yogyakarta yang dapat dinikmati, semoga
bermanfaat dan dapat dijadikan referensi bagi anda yang ingin mengetahui juga
berkunjung di TBM yang ada di Yogyakarta. Salam Literasi, terimakasih.
Referensi:
Ratih
Rahmawati dan Blasius Sudarsono, Perpustkaan untuk rakyat : dialog anak dan
Bapak, (Jakarta: CV. Sagung Seto, 2012)
Muhsin
Kalida, dkk, TBM di PKBM Model dan strategi pengembangannya, (Yogyakarta:
Cakruk Publishing, 2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar