Pada saat ini masih banyak orang beranggapan bahwa
pendidikan hanya dapat diperoleh melalaui bangku sekolah. Anggapan yang
demikian tersebut tidaklah sepenuhnya keliru. Sebab sampai saat ini masih
banyak warga masyarakat yang menggantungkan dalam mendapatkan layanan
pendidikan melalui sekolah, sehingga terbentuk semacam opini bahwa pendidikan
itu identik dengan sekolah.
Dengan adanya TBM sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat
akan bahan bacaan, baik untuk menambah informasi, maupun sebagai perpustakaan
kecil di desa, bahkan bisa sebagai sumber belajar ditengah masyarakat.
Sutarno NS menyatakan
sebuah TBM dibentuk atau dibangun dengan maksud:
1. Menjadi
tempat mengumpulkan atau menghimpun informasi
2. Sebagai
tempat mengolah atau memproses senua bahan pustaka
3. Menjadi
tempat memelihara dan menyimpan
4. Sebagai
salah satu pusat informasi, sumber belajar, penelitian, preservasi serta
kegiatan ilmiah lainnya
5. Membangun
tempat informasi yang lengkap dan “up to date” bagi pengembangan pengetahuan
(knowledge), keterampilan (skill) dan perilaku/ sikap ( attitude)
6. ingMerupakan agen perubahan dan agen
kebudayaan dari masa lalu, sekarang dan masa depan.
TBM dalam menumbuhkan minat baca masyarakat harus memberikan
layanan peningkatan minat baca bagi peserta didik pendidikan nonformal dan
informal serta masyarakat umum dan anak usia dini melalui penyediaan koleksi
buku bacaan dan kegiatan-kegiatan untuk mendemontrasikan kemampuan membaca,
menulis dan berkomunikasi. Dengan
menumbuhkan minat baca pada masyarakat akan memperoleh manfaat dari membaca.
Menurut Gray & Roger (1995) manfaat dari membaca adalah
1. Meningkatkan
pengembangan diri,
2. Memenuhi
tuntutan intelektual,
3. Memenuhi
kepentingan hidup,
4. Meningkatkan
minatnya terhadap suatu bidang,
5. Mengetahu
hal-hal yang actual,
6. Pendidikan
moral.
Membaca
pada era globalisasi ini merupakan suatu keharusan yang mendasar untuk
membentuk perilaku seseorang. Dengan membaca seseorang dapat menambah informasi
dan memperluas ilmu pengetahuan serta kebudayaan. Tidak diragukan lagi bahwa
membaca adalah sarana penting bagi setiap orang yang ingin maju. Karena dengan
bacaan membuat mereka lebih cerdas, kritis dan mempunyai daya analisa yang
tinggi. Dengan adanya Taman Bacaan Masyarakat akan berdampak positif bagi
masyarakat sekitar dalam menumbuhkan minat baca juga sebagai pembelajaran usia
dini dalam pembentukan moral, kepribadian serta kebiasaan pada anak usia dini.
Masyarakat dapat memahami pentingnya membaca dimulai dari pendidikan usia dini
pada tiap keluarga dan bagaimana cara meningkatkan minat baca pada anak muncul
pada tiap diri masing-masing individu untuk mengajak putra dan putrinya
senantiasa mencintai buku.
Referensi
:
Khoirul Maslahah dan Nushrotul Hasanah, Layanan Perpustakaan
Berbasis Humanisme: Bunga rampai, Surakarta: IAIN Surakarta, 2013.
Meidiyanti Firliani, Peran TBM Dalam Meningkatkan Budaya
Membaca Pada Anak Usia Dini, Surakarta: IAIN Surakarta, 2013.
Muhsin
Kalida, dkk, TBM di PKBM Model dan strategi pengembangannya, (Yogyakarta:
Cakruk Publishing, 2014)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar