Selasa, 17 Mei 2016

Melayani Sepenuh Hati Dan Cinta Sebagai Perwujudan Layanan Prima Perpustakaan

    Senyum merupakan bahasa jiwa yang tulus. Dengan senyum akan dapat terwujud pelayanan prima Perpustakaan sehingga pemustaka yang berkunjung dan memanfaatkan perpustakaan semakin betah dan bertambah.
Dalam perkembangannya perpustakaan terus dituntut untuk dapat memuaskan kebutuhan pemustakanya agar mereka tetap menjadi penggunjung dan pengguna jasa perpustakaan yang setia dan juga dapat menarik penggunjung yang potensial agar tertarik untuk memanfaatkan layanan yang ada di perpustakaan.
    Pelayanan perpustakaan berhubungan erat dengan masyarakat pemakainya. Sebaik apapun pelayanan perpustakaan tidak akan mempunyai arti jika tidak ada pemakai yang memanfaatkannya. Sebaliknya, kebutuhan tidak akan terpenuhi jika tidak ada layanan perpustakaan yang handal.
   Nilai sejati dari sebuah pelayanan terletak pada 4P, yaitu Passionate, Progressive, Proactive dan Positive. Cara terampuh dan berpengaruh dalam bersikap positif adalah dengan tersenyum. Senyum merupakan satu aspek dari layanan perpustakaan, tanpa senyuman yang tulus layanan kepada pemustaka sebaik apapun kadang tidak dianggap. Sebagai ujung tombak perpustakaan , pustakawan dibagian pelayanan diharapkan dapat memberikan kesan positif kepada pemustaka, tidak hanya tindakan maupun ucapan tapi juga kesan yang baik.
   Senyuman dapat terus dilatih agar lebih baik dari hari ke hari. Untuk memaksimalkan potensi senyuman, Hartono dan Pramono, 79-82 menyebutkan tiga hal yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:
  1. Mulai sekarang bangunlah suatu niat untuk selalu tersenyum, dan yakinlah pada diri sendiri bahwa senyum akan membuat diri kita lebih menarik
  2. Mulai sekarang gunakan kecerdasan indera untuk menangkap apa yang ada disekeliling kita. Dengan menjadi pribadi senyum, apapun dapat dijadikan objek senyuman.
  3. Mulai sekarang gunakan satu objek lalau diperdalam. Ingat, senyum bukan hanya gerakan bibir manis yang simetris lalu hati merasa bahagia. Namun lebih dari itu, tersenyum terkait dengan hati dan organ tubuh kita lainnya.
     Layanan prima diterapkan dilingkungan perpustakaan sangatlah penting. Seperti diketahui, perpustakaan dikatakan “sukses” jika koleksi, fasilitas dan layanan yang ada dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka. Bahkan hidup matinya perpustakaan tergantung pada pemustaka. Artinya, tumbuh dan berkembangnya kinerja perpustakaan dikatakan prima jika banyak pemustaka yang memanfaatkan perpustakaan. Oleh karena itu, tidak dipungkiri bila layanan prima menjadi salah satu alternative yang perlu dilakukan.
Jadi, dalam melakukan layanan perpustakaan, untuk mewujudkan kepuasan bagi pemustaka, tidak hanya keramahan yang dibutuhkan tetapi juga senyum yang tulus.

Referensi:
Achmad;Mansur Sutedjo; Surono dan Edy Suprayitno, Layanan Cinta: Perwujudan layanan Prima++ Perpustakaan, Jakarta : Sagung Seto, 2012.
Hartono, Puji dan Pranowo, Spiritual Quantum Smile, Yogyakarta: Pro-You, 2012.
Kurnia Utami, Melayani sepenuh Hati, Surakarta: IAIN Surakarta, 2013.
Khoirul Maslahah dan Nushrotul Hasanah, Layanan Perpustakaan Berbasis Humanisme: Bunga rampai, Surakarta: IAIN Surakarta, 2013.

Minggu, 08 Mei 2016

Background Perpustakaan "Kisahku"

         Ini kisahku, mungkin berbeda dengan kisahmu...
       Nama lengkapku Nur'aini, biasa dipanggil disekolah dengan sebutan ka'ninie. Saat duduk dibangku SMA kelas 3 pada tahun 2008, saya terpilih menjadi salahsatu siswa berprestasi untuk mengikuti jalur undangan untuk duduk dibangku kuliahan, pada saat itu saya memilih Universitas Sumatera Utara (USU) dengan pemilihan 2 jurusan, pilihan 1 saya memilih program studi bahasa inggris dan pilihan 2 pada program studi DIII Ilmu Perpustakaan. Dalam pemilihan ke 2 dalam benak saya suatu hari nanti dari jurusan perpustakaan yang saya ambil saya akan mendapatkan banyak uang hehehe, ternyata saya lulus di pilihan ke 2. Hari demi haripun saya lalui dengan background saya sebagai mahasiswa perpustakaan di USU hingga pada akhirnya saya lulus pada tahun 2011. Pada tahun yang sama juga saya lngsung ekstensi S1 pada jurusan yang sama di USU dan alhamdulillah saya langsung dapat kerja di Tahun yang sama juga sebagai Pustakawan di AKPER Malahayati Medan dan STIKOM Medan. 
        Pada bulan April 2013 saya lulus dari program ekstensi S1 Perpustakaan, setelah lulus saya bekerja di Universitas Dharmawangsa Medan sebagai Admin Pustaka, menjadi seorang pustakawan bagi saya sangat menyenangkan sama halnya seperti seorang Dokter yang mengobati pasiennya, begitu juga dengan seorang pustakawan yang membantu pengguna yang membutuhkan informasi yang diinginkannya. Dalam benak saya, saya ingin mengubah mindset orang-orang yang enggan masuk ke perpustakaan karena takut lihat petugas-petugas dari perpustakaan yang cemberut dan bermuka masam. Disini saya mengubah semuanya dengan membuat kegiatan-kegiatan juga bersikap ramah tamah kepada pengunjung sehingga mereka senang untuk datang ke Perpustakaan. Menjadi seorang pustakawan siapa bilang memalukan??? saya jadi teringat kata-kata Dosen saya didalam kelas. Dia berkata "Mencopet saja ada ilmunya apalagi Perpustakaan, jadi justru kalian bangga menjadi seorang pustakawan yang memberikan infomasi kepada semua orang." yah sampai sekarang saya selalu teringat kata-kata beliau yang sekaligus sangat berjasa bagi saya. Semoga engkau sehat selalu ya pak Beling Amiiin. Pada tahun 2015 saya melanjutkan studi saya di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada Program Magister S2 Ilmu Perpustakaan dan Ilmu Informasi, semoga segera lulus dan dapat meneruskan jejak Dosen-dosen saya di Jurusan Ilmu Perpustakaan. Amiin Allahumma Amiiin...

Selasa, 19 April 2016

Rumah Giat Yogyakarta



          Rumah giat Yogyakarta merupakan taman bacaan masyarakat dan bimbingan belajar  bagi anak-anak, yang beralamat di Desa  Cokrowijayan  RT.02 / RW 18 Kelurahan Banyuraden, Gamping, Sleman-Yogyakarta. Rumah giat ini didirikan untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan membantu penanaman minat baca pada anak-anak. Rumah giat ini tidak hanya sebagai pengadaan taman baca saja untuk masyarakat tetapi juga sebagai tempat bimbingan belajar bagi anak-anak ditingkat Sekolah Dasar atau sederajat.  Tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk belajar atau mendapatkan pengetahuan , karena terdapat mbak yang cantik-cantik dan baik hati didalamya dalam mengelola juga memberikan bimbingan belajar. Ada Mbak Dekha, Mbak Aini, Mbak Caca, Mbak Septi, Mbak Astri, Mbak Estri, Mbak Ida. 
           
         Jika ingin menjadi anggota taman baca dan bimbingan belajar di Rumah Giat Yogyakarta cukup mudah dan tidak dikenakan biaya. Untuk menjadi anggota taman baca syaratnya adalah:
    1.      Pendaftar mengisi formulir
    2.      Fotocopy identitas diri
    3.      Fas foto 3X4 sebanyak  2 lembar 
            
      Adapun syarat untuk menjadi anggota bimbingan belajar adalah:

    1.      Pendaftar mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan,    
    2.      Menyerahkan fotocopy identitas diri dan kartu keluarga,
    3.      Fas foto ukuran 3X4 sebanyak 2 lembar,
    4.      dan Menyerahkan fotocopy raport terakhir.

       Kegiatan yang dilakukan di Rumah Giat adalah:
    1.      Bimbel kelas 1-6 SD,
    2.      Tryout kelas 6 SD,
    3.      Outbond,
    4.      Bimbingan tahfidz (Penghafal Al-Quran),
    5.      Layanan peminjaman buku bacaan,
    6.      Edukasi (Science Club, English Club, Math Club),
    7.      Story Telling,
    8.      Berkebun,
    9.      Cooking Class,
  10.  dan Parenting Class.
 
      Dokumentasi:

       a.   Belajar Bahasa Inggris Kelas 1,2,3

           
Belajar Bahasa inggris


b. Outing
Outing

c. Science Club

Science Club


d.  English Class

English Class


e. PAUD

paud